Posted in

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Muna Hadiri Pentas Seni dan Perpisahan RA Perwanida 1 Raha Tahun Pelajaran 2025/2026

Salam #Sahabatreligi

Raha(Humas Muna) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna(Rahman Ngkaali) yang didampingi Oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna, Hadir dan memberikan sambutan dalam acara kegiatan Pentas Seni Dan Perpisahan Serta Penerimaan Raporan Perkembangan Anak Didik RA Perwanida 1 Raha Tahun Pelajaran 2025/2026. Dengan Tema”Mencetak Generasi Berakhlak Mulia, Cerdas Dan Kreatif Menuju Masa Depan. Bertempat di RA Perwanida 1 Raha.

Hadir dalam kegiatan, Bunda PAUD Kabupaten Muna, Camat Katobu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Muna, Kepala Sub. Bagian Tata Usaha Kementerian Haji Dan Umrah, Pejabat Pengawas dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna, Pengurus dan Anggota DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna, serta tamu undangan lainnya.

Mengawali sambutannya, Kepala RA Perwanida I Raha menyampaikan ucapan Terima kasih kepada Bapak-Ibu yang telah mendukung dan menyukseskan pelaksanaan kegiatan pada hari ini. Berkat dukungan dari Bapak Ibu sehingga kegiatan kami hari ini dapat kita laksanakan.

Alhamdulillah Tahun ini siswa RA sebanyak 159 orang, guru-guru kami sebanyak 14 orang, dan ASN 1 orang, dan selebihnya Non-ASN.

Berbagai prestasi yang telah Oleh anak-anak RA Perwanida I Raha baik itu prestasi dari lomba yang diselenggarakan Oleh Pemerintah Daerah dan juga dari Kementerian Agama. Tentunya ini juga tidak lah terlepas dari kerja keras guru-guru yang ada disini. Juga kolaborasi antara ayah ibu dengan guru-guru kami, Yang terjaga dengan baik.

Melalui Kesempatan ini saya berharap semoga anak-anak yang tamat hari ini menjadi anak-anak yang sukses dan anak-anak yang soleh dan soleha.

Hal yang sama pula disampaikan Oleh Perwakilan Orang Tua Siswa RA Perwanida I Raha”Saya mewakili orang tua murid ingin menyampaikan pesan selama anak-anak kami menempuh pendidikan di sekolah ini.

Hari ini kami teringat bahwa waktu berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin kami mengantarkan anak-anak kami pada hari pertama mereka masuk sekolah. Saat itu, mereka melangkah dengan rasa malu, masih diliputi rasa takut, bahkan ada yang menangis karena khawatir ditinggalkan oleh ayah dan ibunya.

Namun hari ini, kita dapat menyaksikan perubahan yang luar biasa. Anak-anak kami kini telah tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, ceria, berani tampil, percaya diri, dan insya Allah memiliki akhlak yang baik serta dapat bermanfaat bagi orang lain.

Rasa bangga dan bahagia ini tentunya tidak lepas dari peran para guru yang telah bekerja dengan sepenuh hati. Ibu dan Bapak Guru tidak hanya berperan sebagai pendidik yang mengajarkan ilmu, melainkan telah menjadi orang tua kedua yang memberikan perhatian besar bagi perkembangan anak-anak kami. Di sekolah ini, anak-anak tidak hanya diajarkan mengenal huruf dan angka, tetapi yang lebih penting lagi adalah dibentuknya karakter dan kepribadian mereka agar menjadi generasi yang berakhlak mulia.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna dalam sambutannya menyampaikan “RA atau yang biasa disebut dengan Raudhatul Athfal adalah sebuah lembaga, yang dimana lembaga ini ingin menciptakan suasana seperti taman yang nyaman, asri, dan kondusif bagi proses pendidikan anak-anak. Di sini, diharapkan anak dapat tumbuh ceria, gembira, dan pandai bergaul dengan teman sebayanya. Disamping itu juga sebagai tempat bermain dan belajar bagi anak-anak. Di tempat ini, kami menanamkan benih-benih nilai luhur ke dalam diri mereka.

Ada tiga hal utama yang ditanamkan oleh para pendidik di lembaga ini atau RA:

Pertama, penanaman keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui ajaran yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Oleh karena itu, anak-anak diajak menghafal dan memahami ajaran Rasulullah ﷺ, yang kelak akan menjadi pedoman hidup dan dasar akhlak mereka. Dengan demikian, mereka tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga memahami ajaran Islam dengan benar.

Kedua, pembentukan karakter dan kepribadian. Ilmu yang mereka peroleh akan membentuk sikap, budi pekerti, serta adab mereka, yang nampak jelas dalam cara mereka berinteraksi dengan teman, guru, maupun orang tua.

Ketiga, pengembangan potensi diri. Kita telah menyaksikan berbagai bakat mereka dalam kegiatan seperti menari, membaca doa, dan lain-lain. Potensi ini mulai dikenali dan diasah sejak dini, sehingga Bapak dan Ibu dapat menentukan arah pendidikan mereka selanjutnya ke jenjang yang lebih tinggi.

Sebagai kelanjutan, bagi lulusan RA ini tersedia jenjang Madrasah Ibtidaiyah yang juga berada di bawah naungan Kementerian Agama di kota ini. Kami berharap anak-anak dapat melanjutkan pendidikan di sana, sehingga pembinaan mereka berjalan berkelanjutan dan menjadikan mereka generasi yang cerdas serta berakhlak mulia.

Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anaknya kepada Kementerian Agama melalui lembaga pendidikan ini. Semoga kepercayaan ini menjadi amal jariyah dan kebaikan bagi kita semua.

Hal senada juga disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Muna “Pertama-tama, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi, kesabaran, dan pengabdian sepenuh hati dari para guru di RA Perwanida 1. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh orang tua yang telah memilih lembaga pendidikan yang baik ini untuk putra-putrinya, serta telah mendukung program pemerintah dalam rangka Wajib Belajar 13 Tahun.

Saat ini, pendidikan anak dimulai sejak dini. Sebelum masuk ke Sekolah Dasar, anak disarankan menempuh pendidikan di jenjang PAUD selama satu tahun, yang kini juga menjadi bagian dari kebijakan pendidikan. Di daerah kita, jenjang ini dikenal sebagai RA atau Taman Kanak-Kanak. Oleh sebab itu, peran orang tua sangatlah penting untuk mengantarkan dan memasukkan anaknya ke lembaga pendidikan ini. Kita juga perlu menyampaikan kepada masyarakat luas agar mereka menyadari pentingnya memasukkan anak-anak usia dini ke sekolah.

Hari ini kita telah menyaksikan sendiri hasilnya: dalam satu tahun pembinaan, anak-anak sudah mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan baik, pandai menari, lancar membaca, mampu berdoa, menghafal ayat atau ucapan, serta menunjukkan kemampuan lainnya yang sangat membanggakan. Ini adalah hasil kerja keras para guru yang telah menjadi pahlawan tanpa tanda jasa dalam membentuk kepribadian anak-anak kita.

Setelah masa pendidikan ini selesai dan anak-anak melanjutkan ke jenjang berikutnya, perhatian harus tetap dijaga oleh orang tua. Jangan sampai kebiasaan baik yang sudah terbentuk selama di sekolah hilang begitu saja ketika mereka berada di rumah. Oleh karena itu, saya mengajak Bapak dan Ibu untuk senantiasa menjaga dan melanjutkan pembiasaan positif, seperti yang tercantum dalam program “Tujuh Kebiasaan Baik Anak Indonesia Hebat”: bangun pagi, mengucapkan salam, berolahraga teratur, mengonsumsi makanan bergizi dan sehat, rajin belajar, serta terbiasa berinteraksi dengan baik kepada sesama.

Selain itu, kita juga harus senantiasa melindungi putra-putri kita dari berbagai bahaya yang mengancam masa depan mereka. Kita ketahui bersama bahwa bahaya penyalahgunaan narkotika dan zat berbahaya kini tidak hanya mengancam orang dewasa, tetapi sudah mulai mengintai usia anak-anak. Oleh karena itu, Bapak dan Ibu harus selalu waspada dan menjauhkan anak dari hal-hal yang berisiko tersebut.

Dari pihak Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama, kami sangat mengharapkan kerja sama yang erat dan berkelanjutan antara orang tua dan guru. Dengan sinergi ini, kita dapat membina anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan kreatif — siap menghadapi masa depan menuju Indonesia Emas tahun 2045, yang tinggal sekitar 19 tahun lagi. Anak-anak inilah kelak yang akan menjadi penerus dan pemimpin bangsa.

Saya mengapresiasi kepercayaan Bapak dan Ibu yang telah menitipkan putra-putrinya di PAUD RA Perwanida. Saya lihat jumlah murid di sini cukup banyak dibandingkan lembaga sejenis lainnya. Hal ini tentunya menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan, dan hal ini harus terus dijaga serta ditingkatkan.

Perlu disampaikan bahwa di jenjang RA atau Taman Kanak-Kanak, tujuan utama bukanlah semata-mata menjadikan anak pandai membaca dan menulis dengan cepat, melainkan menanamkan kebiasaan dan nilai-nilai luhur yang akan membentuk karakternya. Seperti disebutkan sebelumnya, PAUD adalah “taman” tempat anak bermain sambil belajar dengan rasa senang dan gembira. Pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan mendalam yang telah diterapkan para guru hendaknya terus dijaga agar anak tumbuh cerdas secara intelektual, sekaligus sehat dari sisi mental dan spiritualnya. Terangnya

Bagikan Ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *