Salam #Sahabatreligi…
Raha(Humas Muna) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna(Rahman Ngkaali) yang didampingi Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna(Rahmatia Sibly) hadir dan memberikan sambutan Perpisahan Dan Pentas Seni Peserta Didik RA Perwanida IV Raha Tahun Pelajaran 2025/2026. Dengan Tema” Semoga Ilmu Yang Diperoleh Mendapatkan Ridho Dari Allah SWT, Dan Bermanfaat Untuk Masa Depan “. Bertempat di RA Perwanida IV Raha. Senin(15/06/2026)
Hadir, Bunda PAUD yang diwakili Oleh Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak(TK) Kabupaten Muna, Kepala RA Perwanida IV Raha, Pejabat Pengawas Pada Kantor Kementerian Kabupaten Muna, Pengurus dan Anggota DWP Kabupaten Muna, serta Tamu Undangan Lainnya.
Mengawali sambutannya, Kepala RA Perwanida IV Raha(Wa Ode Salmi) “mewakili seluruh keluarga besar RA Perwadidah IV Raha, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan penuh dari para orang tua siswa dan seluruh guru. Berkat kerja sama dan dukungan tersebut, acara perpisahan ini dapat berjalan dengan lancar dan tertib.
Tanpa terasa setahun yang lalu, Bapak dan Ibu mengantarkan putra-putri tercinta ke RA Perwanida IV Raha. Kami hadir untuk mengenalkan mereka pada dunia pembelajaran, dan bukan pembelajaran akan tetapi dunia bermain, serta cara bergaul dengan sesama. Sepanjang masa ini, kami selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi perkembangan mereka. Seperti yang Bapak dan Ibu saksikan hari ini, proses pendidikan di sini tidak sebatas bernyanyi dan bermain saja. Kami terus berupaya secara maksimal untuk membentuk karakter dan akhlak yang baik, melatih kemampuan bersosialisasi, mengembangkan keterampilan motorik, merangsang daya pikir dan kemampuan berbahasa, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian pada diri anak-anak.
Mungkin hari ini menjadi hari terakhir bagi mereka menempuh masa belajar di RA Perwanida IV Raha. Namun segala hal yang telah kita lalui bersama akan menjadi kenangan indah yang tak akan terlupakan. Segala suka dan duka selama masa ini akan selalu terkenang, sebagai bekal bagi mereka untuk melangkah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kalian adalah anak-anak yang baik; teruslah bersemangat, jangan malas, jangan manja, dan jangan mudah merasa bosan dalam meraih cita-cita.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika selama ini terdapat sikap, ucapan, maupun pelayanan yang kurang berkenan di hati para orang tua maupun anak-anak. Tutupnya
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna(Rahman Ngkaali) menyampaikan”RA yang biasa disebut dengan Raudhatul Athfal adalah sebuah lembaga, yang dimana lembaga ini ingin menciptakan suasana seperti taman yang nyaman, asri, dan kondusif bagi proses pendidikan anak-anak. Di sini anak dapat tumbuh ceria, gembira, dan pandai bergaul dengan teman sebayanya. Disamping itu juga sebagai tempat bermain dan belajar bagi anak-anak. Di tempat ini, kami menanamkan benih-benih nilai luhur ke dalam diri mereka.

Tiga hal utama yang harus ditanamkan oleh para pendidik di lembaga RA:
Pertama, penanaman keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui ajaran yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Oleh karena itu, anak-anak diajak menghafal dan memahami ajaran Rasulullah ﷺ, yang kelak akan menjadi pedoman hidup dan dasar akhlak mereka. Dengan demikian, mereka tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga memahami ajaran Islam dengan benar.
Kedua, pembentukan karakter dan kepribadian. Ilmu yang mereka peroleh akan membentuk sikap, budi pekerti, serta adab mereka, yang nampak jelas dalam cara mereka berinteraksi dengan teman, guru, maupun orang tua.
Ketiga, pengembangan potensi diri. Kita telah menyaksikan berbagai bakat mereka dalam kegiatan seperti menari, membaca doa, dan lain-lain. Potensi ini mulai dikenali dan diasah sejak dini, sehingga Bapak dan Ibu dapat menentukan arah pendidikan mereka selanjutnya ke jenjang yang lebih tinggi.
Sebagai kelanjutan, bagi lulusan RA ini tersedia jenjang Madrasah Ibtidaiyah yang juga berada di bawah naungan Kementerian Agama di kota ini. Kami berharap anak-anak dapat melanjutkan pendidikan di sana, sehingga pembinaan mereka berjalan berkelanjutan dan menjadikan mereka generasi yang cerdas serta berakhlak mulia.
Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anaknya kepada Kementerian Agama melalui lembaga pendidikan ini. Semoga kepercayaan ini menjadi amal jariyah dan kebaikan bagi kita semua.
Ditempat yang sama, hal senada juga disampaikan Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak(TK) Kabupaten Muna Pertama-tama, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi, kesabaran, dan pengabdian sepenuh hati dari para guru di RA Perwanida IV Raha. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh orang tua yang telah memilih lembaga pendidikan yang baik ini untuk putra-putrinya, serta telah mendukung program pemerintah dalam rangka Wajib Belajar 13 Tahun.
Saat ini, pendidikan anak dimulai sejak dini. Sebelum masuk ke Sekolah Dasar, anak disarankan menempuh pendidikan di jenjang PAUD selama satu tahun, yang kini juga menjadi bagian dari kebijakan pendidikan. Di daerah kita, jenjang ini dikenal sebagai RA atau Taman Kanak-Kanak. Oleh sebab itu, peran orang tua sangatlah penting untuk mengantarkan dan memasukkan anaknya ke lembaga pendidikan ini. Kita juga perlu menyampaikan kepada masyarakat luas agar mereka menyadari pentingnya memasukkan anak-anak usia dini ke sekolah.
Hari ini kita telah menyaksikan dalam satu tahun pembinaan, anak-anak sudah mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan baik, pandai menari, lancar membaca, mampu berdoa, menghafal ayat atau ucapan, serta menunjukkan kemampuan lainnya yang sangat membanggakan. Ini adalah hasil kerja keras para guru yang telah menjadi pahlawan tanpa tanda jasa dalam membentuk kepribadian anak-anak kita.


Setelah masa pendidikan ini selesai dan anak-anak melanjutkan ke jenjang berikutnya, perhatian harus tetap dijaga oleh orang tua. Jangan sampai kebiasaan baik yang sudah terbentuk selama di sekolah hilang begitu saja ketika mereka berada di rumah. Oleh karena itu, saya mengajak Bapak dan Ibu untuk senantiasa menjaga dan melanjutkan pembiasaan positif, seperti yang tercantum dalam program “Tujuh Kebiasaan Baik Anak Indonesia Hebat”: bangun pagi, mengucapkan salam, berolahraga teratur, mengonsumsi makanan bergizi dan sehat, rajin belajar, serta terbiasa berinteraksi dengan baik kepada sesama.
Selain itu, kita juga harus senantiasa melindungi putra-putri kita dari berbagai bahaya yang mengancam masa depan mereka. Kita ketahui bersama bahwa bahaya penyalahgunaan narkotika dan zat berbahaya kini tidak hanya mengancam orang dewasa, tetapi sudah mulai mengintai usia anak-anak. Oleh karena itu, Bapak dan Ibu harus selalu waspada dan menjauhkan anak dari hal-hal yang berisiko tersebut.
Dari pihak Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama, kami sangat mengharapkan kerja sama yang erat dan berkelanjutan antara orang tua dan guru. Dengan sinergi ini, kita dapat membina anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan kreatif siap menghadapi masa depan menuju Indonesia Emas Tahun 2045, yang tinggal sekitar 19 tahun lagi. Anak-anak inilah kelak yang akan menjadi penerus dan pemimpin bangsa.
Saya mengapresiasi kepercayaan Bapak dan Ibu yang telah menitipkan putra-putrinya di PAUD dan RA Perwanida IV Raha. Hal ini tentunya menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan, dan hal ini harus terus dijaga serta ditingkatkan.
Perlu disampaikan bahwa di jenjang RA atau Taman Kanak-Kanak, tujuan utama bukanlah semata-mata menjadikan anak pandai membaca dan menulis dengan cepat, melainkan menanamkan kebiasaan dan nilai-nilai luhur yang akan membentuk karakternya. Seperti disebutkan sebelumnya, PAUD adalah “taman” tempat anak bermain sambil belajar dengan rasa senang dan gembira. Pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan mendalam yang telah diterapkan para guru hendaknya terus dijaga agar anak tumbuh cerdas secara intelektual, sekaligus sehat dari sisi mental dan spiritualnya. Terangnya
