Salam #Sahabatreligi…
Raha (Humas Sultra) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna, Rahman Ngkaali didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Muna, Rahmatia Sibly menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Penamatan Santri dan Wisuda Tahfidz Pondok Pesantren Subulussalam Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dirangkaikan dengan Peresmian Gedung Baru MA Subulussalam, bertempat di Pelataran MA Subulussalam, Ghonsume, Kecamatan Duruka, Rabu (13/05/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Muna, H. Bachrun yang sekaligus meresmikan pemanfaatan Gedung Baru Madrasah Aliyah Subulussalam. Hadir pula pimpinan OPD, pejabat pengawas di lingkungan Kemenag Muna, Camat Duruka, kepala desa dan lurah se-Kecamatan Duruka, anggota DWP Kemenag Muna, kepala madrasah negeri dan swasta, kepala sekolah, serta tamu undangan lainnya.



Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Muna menyampaikan bahwa proses menuntut ilmu tidak pernah berhenti dan harus terus dilakukan sepanjang hayat. Ia menegaskan bahwa penamatan dan wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Selain itu, beliau juga mengingatkan para santri dan generasi muda agar menjauhi penyalahgunaan narkoba dan minuman keras yang dapat merusak masa depan serta menghancurkan harapan orang tua.
“Kita harus memastikan lingkungan madrasah dan pondok pesantren tetap aman, nyaman, dan terbebas dari pengaruh negatif, sehingga mampu menjadi tempat terbaik dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Muna, khususnya madrasah dan pondok pesantren, untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan keagamaan dengan menghadirkan lingkungan pendidikan yang kondusif dan berkualitas.
Mengakhiri sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Muna menyampaikan komitmen Kementerian Agama Kabupaten Muna dalam mendukung program pembangunan bidang keagamaan, salah satunya melalui program Wakaf Al-Qur’an bagi calon pengantin di Kabupaten Muna, agar setiap keluarga baru memiliki Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan dapat dipelajari bersama dalam keluarga.
